TIMES KLATEN, SURABAYA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) menyiapkan rangkaian kegiatan besar dalam rangka peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama Tahun 2026 Masehi.
Agenda tersebut akan berlangsung sepanjang Januari hingga Februari 2026, melibatkan seluruh struktur NU se-Jawa Timur, badan otonom, lembaga NU, pesantren, hingga masyarakat umum.
Ketua panitia menyebutkan, peringatan satu abad NU dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menegaskan kontribusi NU dalam bidang keagamaan, kebangsaan, sosial, budaya, ekonomi, hingga kesehatan.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Kick Off dan Diskusi Pesantren & Kebangsaan pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 08.00–13.00 WIB di Universitas Islam Malang (UNISMA).
Kegiatan ini melibatkan pleno PWNU, seluruh PCNU se-Jawa Timur, unsur pesantren, Forkopimda Jawa Timur, Forkopimda Malang Raya, serta perguruan tinggi di sekitar Malang.
Agenda berlanjut dengan ziarah serentak Muasis dan Muharik NU di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur pada Sabtu, 24 Januari 2026, yang dilaksanakan oleh masing-masing PCNU.
Puncaknya, Ziarah Muasis dan Muharik NU tingkat wilayah digelar Ahad, 25 Januari 2026 di Jombang, menyasar makam para pendiri NU seperti Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, dan tokoh NU lain.
Dalam bidang sosial dan kesehatan, PWNU Jatim juga menggelar cek kesehatan dan pengobatan gratis pada 31 Januari–1 Februari 2026 yang dilaksanakan serentak di seluruh RSNU dan klinik NU se-Jawa Timur.
Selain itu, program parenting dan pemeriksaan kesehatan gratis menyasar pesantren dan masyarakat sekitar di berbagai daerah, termasuk Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Surabaya, Bondowoso, Batu, hingga Blitar.
Bidang budaya dan seni turut mendapat perhatian melalui Pameran Seni Rupa Nasional Satu Abad NU bertajuk “Mangsa Kalasubo” yang digelar 30 Januari–8 Februari 2026 di Galeri DKS Balai Pemuda Surabaya.
Pameran ini melibatkan seniman nasional, di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Acep Zamzam Noor, dan Nasirun.
Sementara itu, penguatan ekonomi umat diwujudkan melalui Pameran UMKM, Industri Halal, Filantropi, Kesehatan, dan Pertanian yang dipusatkan di Kampung Coklat, Blitar, pada 5–7 Februari 2026.
Sejumlah agenda pendukung turut digelar, seperti talk show industri halal dan ekonomi digital, konsultasi sertifikasi halal, hingga industrialisasi pertanian dan pemberdayaan petani NU.
Bidang kaderisasi dan pengembangan talenta muda NU diisi dengan berbagai kompetisi, antara lain Lalaran Alfiyah, pidato Bahasa Arab, pidato Bahasa Inggris, Qiraatul Kutub, serta kompetisi AI.
Seluruh audisi dilaksanakan secara daring pada 26–30 Januari 2026, sedangkan babak final digelar 6 Februari 2026 di Kampung Coklat.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Lailatul Ishari pada 6 Februari 2026, Konser Amal Alma Esbeye pada 7 Februari 2026, serta Ngaji Bareng Gus Iqdam yang terbuka untuk masyarakat umum.
Sebagai puncak acara, PWNU Jatim akan menggelar Mujahadah Kubro pada Ahad, 8 Februari 2026, di Stadion Gajayana Malang.
Kegiatan ini ditargetkan diikuti puluhan ribu jamaah dari PCNU se-Jawa Timur, termasuk dari Malang Raya, Blitar, dan daerah lainnya.
PWNU Jatim berharap, peringatan 1 Abad NU ini menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan peran NU dalam merawat tradisi, memperkuat persatuan, dan menjawab tantangan zaman menuju abad kedua Nahdlatul Ulama. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: PWNU Jatim Susun Rangkaian Agenda Harlah 1 Abad NU 2026, Digelar Januari–Februari
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |